Ponorogo – Rabu, 5 Agustus 2020 tepat pukul 08.20 WIB telah dilaksanakan Munggah Molo (Kuda-Kuda Atap) pada bagian tertinggi Gedung Pasar Legi Ponorogo. Pemilihan tanggal dan jam pelaksanaan Munggah Molo ini memiliki makna rejeki yang berkah berwibawa dan membawa berita gembira bagi pedagang masyarakat Ponorogo.

Acara Munggah Molo dilaksanakan oleh Bupati Ponorogo, Drs. H. Ipong Muchlissoni beserta Ibu Hj. Sri Wahyuni S.Sos yang juga sebagai Anggota Komisi DPR RI, serta dihadiri oleh Wakil Bupati Ponorogo, Sekda Ponorogo beserta istri, Forkopimda, Kepala Balai Sarana Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur dan jajarannya, Direktur CV. Profil Emas selaku Konsultan Perencana Gedung Pasar Legi, PT Rancang Persada selaku Manajemen Kontruksi Pembangunan Pasar Legi, dan PT Adhi Persada Gedung selaku Pelaksana Proyek Pembangunan Gedung Pasar Legi, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo, Addin Andhanawarih, S.Sos., MM beserta jajarannya. Undangan yang hadir yaitu sejumlah pejabat Pemkab Ponorogo, Camat, Lurah dan Kepala Desa di Kabupaten Ponorogo, Ketua MUI, Ketua NU, Ketua Muhammadiyah beserta jamaah, Pengurus PKK Kab. Ponorogo dan Pengurus Gapoktan Kabupaten Ponorogo.

Acara Munggah Molo juga disaksikan oleh Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian PUPR RI melalui Video Conference secara live di lokasi Pasar Legi.

Meskipun pada saat ini sedang terjadi pandemi, dalam pelaksanaannya kegiatan Munggah Molo ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dan social distancing untuk mencegah penyebaran COVID-19.

  

 

Dalam acara ini dimulai subuh khataman Al-Quran oleh jamaah, dilanjutkan dengan pelaporan progres pekerjaan dari PT Adhi Persada Gedung, dilanjutkan sambutan dari Direktur Prasarana Strategis Kementerian PUPR RI, Iwan Suprijanto, ST., MT secara live, kemudian dilakukan siraman kembang dan pemasangan paku emas pada molo oleh Bapak Bupati Ponorogo. Setelah pemasangan paku molo, Bupati didampingi oleh Forkopimda menekan tombol sirine sebagai penanda dinaikkannya Molo Pasar Legi. Setelah Molo sukses dinaikkan pada atap tertinggi Pasar Legi, Bupati Ponorogo memberikan sambutan dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Ponorogo sebagai simbol rasa syukur pada Allah SWT.

  

Desain Pasar Legi sebagai salah satu Bangunan Gedung Hijau di Indonesia dengan nuansa ramah lingkungan. Diharapkan dengan adanya Gedung Pasar Legi yang berkonsep bangunan hijau, pedagang berperilaku bersih, sehat, serta bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Ponorogo.