Ponorogo – Untuk mengembangkan SDM pengrajin/IKM, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo melaksanakan Pelatihan Pembuatan Reyog, Gamelan, dan Batik pada tanggal 10 – 12 Agustus 2020 bertempat di UPTD Sentra Industri Jalan Trunojoyo, Ponorogo.

   

Pada hari pertama, tanggal 10 Agustus 2020, diawali dengan Pelatihan Reyog yang dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo, Addin Andhanawarih, S.Sos, MM dihadiri oleh Kepala UPTD Sentra Industri dan staf fungsional serta diikuti oleh 25 peserta dari pengrajin dan masyarakat. Dalam kegiatan ini diterapkan protokol kesehatan (memakai masker, face shield, sosial distancing, dan cuci tangan) sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari pengrajin reyog yang ada di Sentra Industri, Yudi dan Budi.  Dalam pembuatan reyog ada beberapa tahapan yaitu pemilihan bahan baku, pembuatan rangka reyog, pemberian dasaran rengkek (rotan), pengecatan dasar, penanaman batang merak, pembuatan kepala reyog/barongan/kucingan. menyatukan antara kepala reyog dan dadak merak, dan terakhir pemasangan krakap.

   

Pada hari kedua, 11 Agustus 2020, dilaksanakan Pelatihan Pembuatan Gamelan yang dibuka oleh Kepala Bidang Industri dan narasumber berasal dari pengrajin UPTD Sentra Industri, Sugeng. Pada hari kedua ini peserta dilatih membuat gamelan dengan tahap yang pertama penyediaan bahan, kemudian membuat pola, pemotongan dan membuat bentuk awal, membuat bentuk setengah jadi, membuat bentuk utuh, proses pengelasan, dan finishing (penghalusan, pengamplasan, pengecatan). Setelah gamelan terbentuk, kemudian dilakukan nyetem nada pada gamelan atau biasa disebut nglaras.

Pada hari ketiga, 12 Agustus 2020, kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro. Pada hari terakhir peserta dilatih membuatn batik dengan warna alam dengan narasumber berasal dari pengrajin UPTD Sentra Industri, Fajar Riyono. Adapun tahap-tahap pembuatan yaitu penentuan pola, penggambaran pola, proses nyanting di kain mori, pewarnaan alam, penguncian warna dengan waterglass, dan plorotan (menghilangkan malam dari kain).

Tujuan dari pelatihan ini adalah peningkatan SDm dari pengrajin, penumbuhan wirausaha baru, nguri-nguri budoyo untuk melestarikan budaya khas Ponorogo serta meningkatkan kesejahteraan pengrajin.